Pop-Mie remote
Akhir Januari 2002,dengan berbekal peralatan bengkel seadanya dan logistig seperlunya serta tidak ketinggalan pula kompor bluegaz akhirnya kita berangkat pukul 08.00 wib.Dengan beranggotakan Koko,Mbak Yanti (istri Koko),Bapak,Mak Nyak,Uus,Piping,Iyut.
Berhubung di Jakarta ada keluarga akhirnya kita putuskan untuk berkunjung disana sekaligus istirahat.Sampai di Jakarta alhamdullilah tidak ada halangan yang berarti.Paginya perjalanan dilanjutkan kembali menuju Pelabuhan Merak.Sampai Pelabuhan kurang lebih pukul 12.00 wib.Ada cerita menarik disini dan sampai sekarang di keluarga kami kalau menyebut Pop-Mie pasti diikuti dengan kata remote,Kenapa?
Karena di Pelabuhan Merak ada orang menjajakan Pop-Mie kepada orang orang dikapal
yang belum berangkat padahal mereka ada dibawah dengan menggunakan galah panjang yang diujungnya di kasih keranjang kecil untuk menaruh mie yang dipesan sekaligus untuk menaruh uang nantinya dengan berteriak Pop-Mie remote..Pop-Mie remote…Pop-mie remote…(harganya saat itu kalau di warung Rp1500,Pop-Mie remote Rp3000,kalau diatas kapal Rp10.000,nah loe.. buruan beli Pop-Mie remote sebelum kapal berangkat)
Sampai Bakauhuni kira kira pukul 15.00.Setelah istirahat sebentar perjalanan kita lanjutkan.Setelah sampai di Bandar Lampung kira kira pukul 19.00 kami istirahat untuk menjalankan kewajiban sholat magrib dan isya di masjid pondok haji Bandar Lampung.
Berkat kebaikan bapak penjaga pondok haji kami dianjurkan untuk melanjutkan perjalannya besok pagi dan diperbolehkan menginap dan mandi disitu.Akhirnya logistik turun kita buat kopi dan masak supermie seperti pengungsian pokoknya.Setelah Subuh perjalanan yang sebenarnya akhirnya dimulai.Yang apabila kami mengetahui medannya pasti tidak akan membawa kombi yang masih baru 3 hari didapat itu.Karena apa ?
setelah sampai pertigaan Kota Bumi kami memutuskan untuk ambil kiri melewati jalur Krui dan Liwa.Disini pemandangan sungguh indah sekali karena kita berada di berbukitan Barisan yang sebelah kanan tebing dan kiri laut.Disini kita terjebak banjir beberapa kali.Dan membuat kombi pertama mengalami masalah pada booster rem.Dengan berjalan pelan akhirnya kita sampai kota Bengkulu Pukul 20.00.
Setelah puas putar putar Bengkulu dan makan durian akhirnya perjalanan dilanjutkan ke Rejang Lebong dan akan bermalam di Curup.Disini hawanya sangat dingin.Ada cerita lucu disini karena dari ke 7 anggota keluarga kami 4orang mengalami mabuk durian dan badan panas,terlalu nafsu makan durian sih…
Setelah semalam di Curup akhirnya kami berpisah dengan kakak nomer dua Oki namanya dan berpisah pula dengan sang kombi merah,kami pulang lewat jalur timur melewati Baturaja Palembang,sedangkan Oki kembali ke Bengkulu.Dengan satu kombi dan penumpang 7 orang dan muatan yang ekstra banyak kombi kami sempat dihentikan polisi di daerah Pagar Alam.
Setelah melewati perjalanan panjang akhirnya sampai juga kita di Jakarta lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar