Jumat, 21 Desember 2007

CIDOMO


(malang)



Cidomo
Juli 2007,Menurut saya dari sekian perjalanan boleh dikatakan inilah perjalanan yang paling “gila” (maaf kalau salah dalam memilih kata karena saya kesulitan mencari kata yang tepat)
Perjalanan ini disponsori penuh oleh tiga keluarga(om Sulis,bulik Tiwi,mas Sony) yang kebetulan adalah saudara kami dari Jakarta yang ingin mencicipi perjalanan jauh dengan kombi.Jadi kami dari Jogja hanya ditugaskan menyiapkan 3 kombi dan drivernya saja.(delapan enam komandan)
Masalahnya di rumah hanya ada dua kombi,karena kebaikan hati dari pak Joni yang bersedia meminjamkan kombi sekalian drivernya saudara Daim akhirnya siap sudah masalah kendaraan,thanks pak Joni thanks Daim.
(pak komandan perjalanan,senam pagi ya dan?)

Rombongan seluruhnya 15 orang.Setelah menyiapkan perbekalan di kota Solo akhirnya kita berangkat pukul 19.00wib dengan tujuan pertama kota Malang.Kami sampai di Malang kira-kira pukul 04.00 kita menuju ke Selekta disana kita istirahat sebentar sambil mengeluarkan perbekalan tidak lupa Pop-mie dan Kopi.Pagi hari di halaman parkir bus ada kegiatan senam aerobic karena pas hari Minggu lumayan juga bisa cari keringat dan badan jadi sedikit hangat.Setelah agak siang perjalanan dilanjutkan ke Agrowisata daerah Batu,sayang apelnya sedang tidak berbuah.Pukul 12.00 kita baru masuk hotel untuk istirahat.Paginya kita memanfaatkan fasilitas yang ada di hotel antara lain kita main volley pantai,sepak bola dan renang mengasyikan juga.
Menjelang siang perjalanan dilanjutkan dengan tujuan langsung Banyuwangi dan diputuskan untuk melewati Jember.
Masih di daerah Malang kombi yang saya bawa mengalami kendala di dynamo ampere.Kebetulan salah satu kombi ada yang memakai aki doble jadi setiap habis kami melakukan penggantian aki.Masalah timbul saat jalan malam karena dynamo ampere sama sekali tidak mengisi dan ini menyebabkan cepat habis apabila lampu dinyalakan.
Akhirnya kami putuskan untuk tidak menyalakan lampu dengan sarat harus menempel pada kombi yang pertama.
Di jalan kami mengalami kendala sedikit karena mobil kami bersenggolan dengan bus jurusan Jember-Banyuwangi.
Akhirnya kami sampai juga di pulau Bali dengan tujuan pertama ke Pantai Kuta walau tanpa lampu di malam hari.



(kopi,kopi......)









(14 roses,legian)
Setelah beristirahat sebentar tak terasa fajar mulai menyingsing di ufuk timur.Pemandangan sungguh indah di pantai Kuta saat pagi hari.Banyak orang beraktifitas antara lain jogging,qapuera,sepak bola,volley dll.Yang asyik disini ada penjual nasi bungkus yang dibawa naik sepeda harganya cuma Rp.3000,-
Setelah beristirahat dan tidur-tiduran di sekitar pantai,akhirnya kita masuk hotel di jalan Legian sekitar pukul 13.00wita.Pada malam hari di jalan Legian ini sangat padat oleh kendaraan dan turis yang berlalu lalang (di dominasi oleh turis mancanegara)
Setelah satu malam di Legian akhirnya perjalanan dilanjutkan ke Pulau Lombok.Sampai di Pelabuhan Padang Bai kira-kira pukul 12.00wita,ternyata penyeberangan ke pulau Lombok membutuhkan waktu yang lama kira-kira 5jam sekalian antriannya.Setelah turun di Pelabuhan Lembar segera kita menuju kota Mataram,disini kita menyiapkan perbekalan dan tidak lupa kita mencicipi Ayam Taliwang yang terkenal itu.
Setelah perbekalan dirasa cukup akhirnya kita berangkat menuju sekitar pantai Senggigi.Untuk menghubungi pihak hotel,ternyata kita udah ditunggu di pelabuhan penyeberangan.Akhirnya jam 20.00 kita menyeberang menuju Gili Trawangan agak terlalu kemalaman sebenarnya.Karena kita tidak bisa menikmati pemandangan yang ada.Disini mobil kita titipkan ke penduduk sekitar yang memang menyewakan tempat untuk parker sepeda motor.Karena di pulau Gili tidak ada satupun kendaraan bermotor dimaksudkan untuk menjaga keasrian pulau itu.
(selamat pagi gili)








Setelah sampai di pulau Gili karena barang bawaan kita banyak maka dibutuhkan Cidomo untuk mengangkutnya ke hotel Dream Drivers.Cidomo merupakan kendaraan andalan untuk menggantikan kendaraan bermotor,yaitu singkatan dari CIkar DOkar MObil.Setelah satu malam istirahat akhirnya pagi harinya kita jalan-jalan di sekitar hotel.Ada juga yang menyewakan sepeda kalau mau berkeliling agak jauh satu jamnya Rp.10000,-.Setelah agak siang kita semua naik kapal menuju pulau Gili yang lain yaitu ada Gili Meno dan Gili Air kita menggunakan kapal glass bottom yaitu kapal yang dasarnya kaca sehingga kita bisa menikmati kehidupan di dasar laut.Tidak lupa juga kita membawa peralatan untuk snorkling.Setelah puas berkeliling akhirnya kita makan siang di Gili Air disini suasana masih sangat alami sekali karena belum ada hotel didirikan disini.Setelah sore kita kembali ke hotel di Gili Trawangan.Disana kita menikmati suasana hotel dengan berenang di kolam yang disediakan pihak hotel sambil menikmati Junggle Juice….



























(the tree mas"drivers")








Malamnya kita menikmati makan malam di pinggir pantai ditemani lampu remang remang dengan menu sea food,wou keren…
Mungkin bagi anda yang suka kehidupan malam disinilah tempatnya karena setiap hari disini ada party yang tempatnya bergiliran di hotel atau café yang ada di situ,kata turis yang disitu pulau ini mempunyai julukan party island,yang menarik disini adalah tidak adanya polisi yang mengawasi tetapi suasana tetap aman dan tidak ada keributan.
Pagi hari kita persiapan untuk kembali ke pulau Dewata,tapi tidak lupa sebelumnya kita menikmati sunrise di pinggir pantai Gili Trawangan,matahari pagi di Gili Trawangan terakhir bagi kami.Kami tidak menyianyiakan moment ini tentunya,selamat tinggal Gili,selamat tinggal Cidomo.















(kembali ke tempat duduk semula.......,selamat tinggal gili) tour : vw-indonesiaSampai di Bali kita bergabung dengan rombongan VW dari Yogyakarta,yang tidak lupa sebelumnya kita memesan orang Jogja untuk dibawakan dynamo ampere untuk mengganti milik kita yang mengalami masalah.Sebelum berangkat ke lokasi jambore di daerah Gianyar kita sempatkan dulu untuk berkunjung ke tempat wisata di sekitar Denpasar.Beruntung bagi kita karena saat itu bersamaan dengan hari raya Galungan jadi dimana mana banyak orang memakai pakaian adap untuk melakukan upacara.Hal ini tentunya menambah kentalnya suasana pulau Bali saat itu.Setelah dua malam di Denpasar kita kembali ke pulau Jawa tapi perjalanan belum selesai.Dengan memanfaatkan sisa sisa tenaga yang ada kita putuskan untuk menuju Gunung Bromo.Kita sampai lereng gunung kira kira pukul 02.00.Karena medan yang tidak memungkinkan untuk membawa kombi sampai Penanjakan akhirnya kami harus ganti kendaraan dengan mobil yang memakai double gardan.Penduduk sana banyak sekali yang menyewakan kendaraan tersebut dengan driver tentunya.Akhirnya kami sampai Penanjakan kira-kira pukul 04.00,disini hawanya sangat dingin sekali mencapai 7 derajat celsius.Akhirnya kami menunggu terbitnya matahari dari tempat ini.Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju ke kawah Gunung Bromo disini pemandangan sangat indah sekali dengan adanya hamparan pasir yang sangat luas.Setelah agak siang akhirnya kita kembali menuju Yogyakarta.Sungguh merupakan perjalanan wisata yang sangat panjang dan mengasyikan.Perjalanan ini juga didukung oleh volkswagen club yogyakarta dan vw-indonesia atau volkswagen indonesia.







































































































rumah nenek


(darut tauhid,geger kalong,bandung)




Rumah Nenek…..Bandung banget
November 2006,Jambore Bandung diadakan di daerah Lanud Husein Sastranegara.Kami sekeluarga memutuskan untuk menginap di dekat Darut Tauhid pesantrennya AA Gym.Kami sampai di Geger Kalong menjelang Subuh kira kira jam 03.30.Langsung kita menuju Masjid Darut Tauhid kalau pas beruntung bisa mendengarkan ceramah AA di Masjid itu.Benar kita baru beruntung karena Subuh itu di imami oleh AA.Kami sangat kagum dengan pesantren tersebut yang bisa mengelola bisnisnya menjadi sangat bermanfaat bagi warga di sekitarnya.Karena di situ perekonomian sangat mengandalkan dari orang yang berkunjung ke pesantren tersebut.Dari rumah makan,bungalow,toko cinderamata,toko buku dll.Kami dapat bungalow di dalam komplek pesantren.Setelah istirahat dan mandi kami menuju tempat jambore.Disana kita bertemu dengan saudara dari Jakarta yang sengaja datang ke Bandung untuk melihat jambore.
Kebetulan saat itu kita bertemu lagi dengan bapak Suyono dan masih ingat pertemuan sebelumnya di kapal sepulang dari Lampung,kami ditawari lagi untuk main ke rumah beliau.Karena ada mis komunikasi diantara kita maka kami tidak sempat main kesana padahal menurut informasi dari ajudannya kita ditunggu beliau di rumah,mohon maaf yang sebesar besarnya bapak Suyono.
Setelah beberapa saat di lokasi akhirnya kita semua keluar untuk mencari makan.Karena saudara kami sudah sering berkunjung ke Bandung jadi sangat hapal dimana makan enak dan nyaman.Akhirnya kita di ajak ke Rumah Nenek,tempatnya adalah rumah kuno yang bergaya art deco disulap menjadi kafe dan dihiasi lampu lampu yang menambah eksotisme dan hiasan dinding kuno serta diringi musik akuistik yang membawakan lagu lagu James Blunt dan Daniel Powter,tidak lupa juga steaknya yang sungguh enak,unvorgetable pokoknya…
Karena sejak saat itu kalau dengar lagu you’re beautiful atau bad day pasti ingat Rumah Nenek,you’re beautiful…

vw-indonesia


(keluarga besar.... Wuaha memang BESAARR)
(kenapa ki,koq istirahat?serbu terus!!..)
Letjend (Purn) SuyonoJuli 2006,Sangat kebetulan sekali tidak lama setelah pindahan ke Lampung ada jambore VW yang diadakan di kota itu.Karena kakak yang di Jogja juga mau berangkat ke jambore.Akhirnya saya balik ke Jogja dulu dan kombi ditinggal di Lampung.Saya berangkat bareng keluarga yang masih ada di Jogja.Karena pas waktu liburan dan saudara sudah ada yang mulai tertarik dengan VW maka berangkatlah 3keluarga dari Jakarta ikut jambore di Lampung sekedar untuk melihat bagaimana situasi dan kondisi.Yang terkenang dari jambore Lampung adalah konvoi yang terjauh,yaitu dari Bandar Lampung menuju Bakauhuni.
Terus ada cerita menarik setelah rombongan besar bisa masuk dalam satu kapal,ternyata disini kita bebarengan dengan Bapak.Suyono ketua VW Indonesia.Karena anggota keluarga kita sangat banyak dan ada beberapa anak kecil dan suasana kapal sangat panas kita menyewa kamar yang bisa muat untuk 20 oranglah,cukup dingin juga ac-nya.Saat itu kami sangat senang sekali karena kedatangan tamu Bapak.Suyono.Dari bincang-bincang akhirnya kami ditawari untuk main ke rumah beliau saat jambore yang akan datang di Bandung











































KORBAN GEMPA ?


Korban Gempa?
Juni 2006,saat itu Yogyakarta masih dalam keadaan carut marut pasca gempa.Kebetulan saat itu Oki(kakak nomer dua) baru saja lulus dari PTIK dan ditugaskan ke Lampung yang sebelumnya di Bengkulu.Akhirnya kami memutuskan untuk membawa barang barang pindahan dengan kombi.Setelah acara wisuda di gedung PTIK segara kami loading barang yang harus dibawa ke Lampung antara lain mesin cuci,kulkas,lemari,meja kursi,alat dapur,sepeda si buyung ,buku buku dll.Muatan udah sangat overload.Sayang moment ini tidak dokumentasikan.Setelah selesai kami segera berangkat ke Lampung.Kebetulan kami lewat masjid Istiqlal kami mampir dulu untuk sholat magrib.Disitu banyak sekali orang baik penjual asongan atau yang sengaja mampir buat menjalankan ibadah.Meraka banyak yang heran dengan muatan kombi,karena plat mobil kita AB ( Yogyakarta) kami dikira korban gempa yang akan mengungsi.Wah korban gempa ya,pak?tanya beberapa orang kepada kita.

Senin, 17 Desember 2007

bali 2003

Kubutumbuhan?
Akhir Desember 2003 Kebetulan saat itu ada jambore VW di Bali.Kami sekeluarga saat ini keluarga kami sudah bertambah satu orang karena adik saya Piping sudah menikah.Kami berangkat berenam yaitu Bapak,Mak Nyak,Uus,Piping,Budi(suami Piping) dan Iyut.Kami putuskan untuk berangkat lebih awal dari rombongan vw Yogyakarta karena kami akan mengambil jalur selatan selatan yaitu melewati Wonosari,Pracimantoro,Pacitan,Trenggalek,Blitar,Lumajang,Jember,Banyuwangi.Ini memang perjalanan wisata jadi kami sengaja singgah di tempat tempat wisata dan sanak saudara yang kebetulan kita lewati.Karena memang kami tidak ada target waktu untuk sampai di pulau Bali.Disini perjalanan sangat mengasikan apalagi jalur Pacitan-Trenggalek pemandangannya sangat bagus.Kombi kami mengalami masalah sedikit di jalan yaitu bunyi krek krek krek setiap roda berputar tapi tidak membuat roda seret.Kita coba cari penyebabnya kelihatannya di dalam tromol roda belakang sebelah kiri,karena tidak membawa kunci tromol akhirnya kita cari bengkel karena takutnya kalau itu nanti mengganggu fungsi rem.Setelah di bongkar ternyata hanya plat penutup tromol kena batu yang memang banyak bebatuan longsor di jalan menuju Pacitan.Sehingga penutup itu bergesekan dengan tromol dan menimbulkan bunyi.
Akhirnya sampai juga kita di Pulau Dewata,setelah mengunjungi Jambore VW di Kuta Galeri kamipun melanjutkan berkunjung ke beberapa tempat wisata antara lain Sangeh,Ubud,Tanah Lot,Kuta,Pasar Sokowati,Pasar Badung.Setelah puas beberapa hari mengelilingi tempat di Bali akhirnya kita pulang tapi melewati jalur utara sebelumnya kita singgah dulu ke danau Kintamani,Istana Tampak Siring setelah itu kita turun melewati Kubutumbuhan (kalau tidak salah,karena menurut kami namanya antik).Perjalanan di lanjutkan melewati pesisir pantai utara ada pantai yang sangat bagus disini namanya pantai Lovina,kata orang daerah situ bila kita sedang beruntung bisa melihat ikan lumba-lumba tapi saat itu kami menunggui berjam jam tidak menemui.Wah kurang beruntung nih kita..
Ada sesuatu yang berbeda di daerah pesisir utara di bandingkan dengan pesisir selatan karena kebudayaan dan kepercayaan yang dianut penduduk di sekitar sini dipengaruhi oleh kebudayaan Madura.Karena kalau melewati daerah ini terasa bukan di Bali.Kalau pesisir selatan kita sering menjumpai Pura dan arsitektur Hindu Kuno kalau didaerah pesisir selatan kita akan sering menemukan Masjid.Ini merupakan wujud keberagaman di bumi Nusantara.

Kruk as


Kruk as

Bulan Juli 2002,kami berempat ke Bengkulu lagi tapi membawa kijang.Untuk menjenguk kakak yang habis melahirkan atau cucu pertama bagi bapak dan mak nyak.Karena disana si kombi tidak merasa di habitatnya (tidak ada teman,onderdil susah,bengkel apalagi)akhirnya kami bertukar guling antara kijang dan kombi.Inilah awal yang membuat selama ini bapak menjadi addict sama kombi.Akhirnya si kombi diboyong kembali ke Yogyakarta,tapi karena kombi habis di bongkar oleh bengkel truk di Bengkulu kami mengalami kendala di Lampung.Karena baut roda gila ke kruk as kendor dan mengakibatkan dudukan spi menjadi longgar dan ini harus dicarikan onderdil kalau menunggu dari Jakarta membutuhkan 2 hari.Sebelunya kami dibantu oleh bengkel vw di Lampung yaitu namanya pak Jiwi,kami dikenalkan dengan mas Antok orang vw Lampung.Setelah itu kami putuskan untuk meninggal kombi itu di Lampung dan mengambil mesin dari Jogja.Sesampainya di Jogja kami kirim mesin lewat bus Maju Lancar di pool bus daerah Gunung Sugih.
Kami berangkat belakangan setelah sampai di Lampung kami berdua (Koko dan Uus) sangat dibantu oleh mas Antok karena kami diantar untuk ambil mesin ke pool bus dan ditunggui waktu bengkel di bawa kerumahnya dan mencicipi pecel madiunnya serta dikenalkan dengan dedengkot vw di kota Lampung yaitu bang Zul.
Akhirnya kombi itu bisa kembali lagi ke Yogyakarta,thanks mas Tok, thanks bang Zul.
(ini jalan tol lho swear...)

Banjir…,banjir…,banjir
Awal Februari 2002,saat itu Jakarta sedang mendapatkan kiriman air yang sangat melimpah dari Bogor,karena pada saat itu siang hari dan udara sangat panas tapi kota Jakarta tidak dapat dimasuki dari berbagai arah karena dimana-mana banjir.Saat itu kami berada di jalan Tol Kebun Jeruk dan rencana menuju Cipinang tapi kondisi jalan tol sungguh tidak seperti biasanya karena disitu sudah ada kendaraan roda dua orang berjalan kaki.Banyak mobil yang berbalik dan pintu tol sudah tidak dijaga lagi alias gratis tis..tis..
Setelah mencoba menghubungi saudara di Cipinang mereka ternyata sementara pindah ke Hotel Century di Senayan, takut besok pagi tida bisa keluar untuk berangkat Haji.Akhirnya kami memutuskan untuk keluar di tol Tembalang untuk menunggu air surut.Kami istirahat di Mall Puri Anggrek disana udah banyak orang berjalan tanpa alas kaki dan tujuan yang jelas dan kelihatan bingung mau tidur dimana karena rumahnya terkena banjir.
Menjelang sore kami beranikan untuk menerobos banjir yang kira kira masih selutut orang dewasa.Akhirnya kami sampai juga di Senayan dengan keadaan mobil yang sudah sangat kasihan.Setelah pagi mengantar rombongan jemaah haji,kami melanjutkan untuk mendatangi saudara yang mempunyai hajat di daerah Bekasi.
Setelah kembalinya ke Yogyakarta kami mendandani kombi ini menjadi agak lebih bagus he….he..

tour I


Pop-Mie remote
Akhir Januari 2002,dengan berbekal peralatan bengkel seadanya dan logistig seperlunya serta tidak ketinggalan pula kompor bluegaz akhirnya kita berangkat pukul 08.00 wib.Dengan beranggotakan Koko,Mbak Yanti (istri Koko),Bapak,Mak Nyak,Uus,Piping,Iyut.
Berhubung di Jakarta ada keluarga akhirnya kita putuskan untuk berkunjung disana sekaligus istirahat.Sampai di Jakarta alhamdullilah tidak ada halangan yang berarti.Paginya perjalanan dilanjutkan kembali menuju Pelabuhan Merak.Sampai Pelabuhan kurang lebih pukul 12.00 wib.Ada cerita menarik disini dan sampai sekarang di keluarga kami kalau menyebut Pop-Mie pasti diikuti dengan kata remote,Kenapa?
Karena di Pelabuhan Merak ada orang menjajakan Pop-Mie kepada orang orang dikapal
yang belum berangkat padahal mereka ada dibawah dengan menggunakan galah panjang yang diujungnya di kasih keranjang kecil untuk menaruh mie yang dipesan sekaligus untuk menaruh uang nantinya dengan berteriak Pop-Mie remote..Pop-Mie remote…Pop-mie remote…(harganya saat itu kalau di warung Rp1500,Pop-Mie remote Rp3000,kalau diatas kapal Rp10.000,nah loe.. buruan beli Pop-Mie remote sebelum kapal berangkat)
Sampai Bakauhuni kira kira pukul 15.00.Setelah istirahat sebentar perjalanan kita lanjutkan.Setelah sampai di Bandar Lampung kira kira pukul 19.00 kami istirahat untuk menjalankan kewajiban sholat magrib dan isya di masjid pondok haji Bandar Lampung.
Berkat kebaikan bapak penjaga pondok haji kami dianjurkan untuk melanjutkan perjalannya besok pagi dan diperbolehkan menginap dan mandi disitu.Akhirnya logistik turun kita buat kopi dan masak supermie seperti pengungsian pokoknya.Setelah Subuh perjalanan yang sebenarnya akhirnya dimulai.Yang apabila kami mengetahui medannya pasti tidak akan membawa kombi yang masih baru 3 hari didapat itu.Karena apa ?
setelah sampai pertigaan Kota Bumi kami memutuskan untuk ambil kiri melewati jalur Krui dan Liwa.Disini pemandangan sungguh indah sekali karena kita berada di berbukitan Barisan yang sebelah kanan tebing dan kiri laut.Disini kita terjebak banjir beberapa kali.Dan membuat kombi pertama mengalami masalah pada booster rem.Dengan berjalan pelan akhirnya kita sampai kota Bengkulu Pukul 20.00.
Setelah puas putar putar Bengkulu dan makan durian akhirnya perjalanan dilanjutkan ke Rejang Lebong dan akan bermalam di Curup.Disini hawanya sangat dingin.Ada cerita lucu disini karena dari ke 7 anggota keluarga kami 4orang mengalami mabuk durian dan badan panas,terlalu nafsu makan durian sih…
Setelah semalam di Curup akhirnya kami berpisah dengan kakak nomer dua Oki namanya dan berpisah pula dengan sang kombi merah,kami pulang lewat jalur timur melewati Baturaja Palembang,sedangkan Oki kembali ke Bengkulu.Dengan satu kombi dan penumpang 7 orang dan muatan yang ekstra banyak kombi kami sempat dihentikan polisi di daerah Pagar Alam.
Setelah melewati perjalanan panjang akhirnya sampai juga kita di Jakarta lagi.

sejarah vw family



sejarah vw-family
Sebenarnya keluarga kami catuh cinta dengan “mobil rakyat”nya orang Jerman atau “volkswagen”nya orang Indonesia yang satu ini dimulai dengan ketidak sengajaan.Yang meracuni pertama adalah kakak tertua kami namanya Koko.Pada awal awalnya ini dimulai dengan keinginannya memiliki kendaraan roda empat dengan budget terbatas.Akhirnya pilihan tertuju pada sebuah VW Safari tahun 1976 yang dibelinya pada tahun 1997 dengan harga 5 jt.Yang pertama kalinya sempat ditentang keras oleh sang bapak.Dengan berjalannya waktu mobil tersebut ditukar dengan vw kodok (gak tau koq disini bisa dikenal dgn kodok,padahal dari sononya maksudnya kumbang),dan juga pernah ganti dengan vw kombi.Setelah mencoba dari ketiga jenis vw ini,akhirnya pengembaraan telah menemukan dermaga untuk tambatan hatinya yaitu VW Kombi.
Dengan alasan antara lain,dari segi kegunaan dari membawa barang sampai untuk tidur di perjalanan,kenyamanan suspensi ,handling steer yang sangat nyaman.
Setelah ganti kombi inilah yang semula bapak menentang keras akhirnya pelan pelan hatinya luluh juga.Setelah menaikinya barulah bapak merasakan kenyamanannya, benar apa kata pepatah Tak Kenal Maka Tak Sayang.Melihat lampu hijau yang diberikan oleh sang bapak maka kakak semakin mantap saja.
Akhirnya untuk mengakhiri masa lajangnya kakakku pun mengundang komunitas VW yang ada di Yogyakarta.Dengan menyediakan kendaraan kombi untuk membawa rombongan manten,Kira kira ada 20an vw kombi,Lucu juga...
Semenjak itulah kakak kedua kami yang saat itu bertugas di Bengkulu ingin sekali mempunyai kendaraan kombi.
Akhirnya perburuan dimulai,dengan berbekal motor Honda Tiger tahun 1997.Setelah menemukan yang dicari di daerah Boyolali.Kombi tahun 1977 didapat dengan tukar tambah dengan Honda Tiger.
Setelah mendapatkan kombi tersebut kami mendapatkan tugas untuk mengantar kombi itu ke Bengkulu.Setelah mempersiapkan kendaraan selama 1 bulan dengan mengganti kampas kopling,cek rem,platina karburator,kelistrikan dll akhirnya kombi siap diantar.
Tapi kurang beberapa hari dari rencana ke Bengkulu kombi kakak yang pertama ditawar orang dan dilepas.
Mungkin karena keberuntungan juga setelah itu mendapat kombi th 1979 di daerah Klaten.Saat itu hanya kurang 3 hari dari rencana mengantar kombi ke Bengkulu.
Saat itu diputuskan yang akan berangkat adalah seluruh keluarga yaitu berjumlah 7 orang berangkat menggunakan 2 mobil karena yang satu akan ditinggal di Bengkulu.Berhubung kombi yang terakhir baru didapat 3 hari,maka kami sempat bimbang apakah akan dibawa atau memakai mobil Kijang ayah yang notabene sudah siap diajak luar kota.
Dengan sedikit agak nekat dan emosi yang kurang masuk akal sebenarnya akhirnya kami putuskan untuk mengajak sang kombi baru itu ke Bengkulu zonder persiapan pada mobil itu.Dengan pertimbangan kalau ada something wrong di jalan nanti akan ditarik sampai mendapatkan bengkel.
Dari sinilih awal perjalanan keluarga kami menggunakan kombi untuk bertamasya ke beberapa tempat di Jawa,Sumatra,Bali dan Lombok di mulai.

Minggu, 16 Desember 2007