sejarah vw-family
Sebenarnya keluarga kami catuh cinta dengan “mobil rakyat”nya orang Jerman atau “volkswagen”nya orang Indonesia yang satu ini dimulai dengan ketidak sengajaan.Yang meracuni pertama adalah kakak tertua kami namanya Koko.Pada awal awalnya ini dimulai dengan keinginannya memiliki kendaraan roda empat dengan budget terbatas.Akhirnya pilihan tertuju pada sebuah VW Safari tahun 1976 yang dibelinya pada tahun 1997 dengan harga 5 jt.Yang pertama kalinya sempat ditentang keras oleh sang bapak.Dengan berjalannya waktu mobil tersebut ditukar dengan vw kodok (gak tau koq disini bisa dikenal dgn kodok,padahal dari sononya maksudnya kumbang),dan juga pernah ganti dengan vw kombi.Setelah mencoba dari ketiga jenis vw ini,akhirnya pengembaraan telah menemukan dermaga untuk tambatan hatinya yaitu VW Kombi.
Dengan alasan antara lain,dari segi kegunaan dari membawa barang sampai untuk tidur di perjalanan,kenyamanan suspensi ,handling steer yang sangat nyaman.
Setelah ganti kombi inilah yang semula bapak menentang keras akhirnya pelan pelan hatinya luluh juga.Setelah menaikinya barulah bapak merasakan kenyamanannya, benar apa kata pepatah Tak Kenal Maka Tak Sayang.Melihat lampu hijau yang diberikan oleh sang bapak maka kakak semakin mantap saja.
Akhirnya untuk mengakhiri masa lajangnya kakakku pun mengundang komunitas VW yang ada di Yogyakarta.Dengan menyediakan kendaraan kombi untuk membawa rombongan manten,Kira kira ada 20an vw kombi,Lucu juga...
Semenjak itulah kakak kedua kami yang saat itu bertugas di Bengkulu ingin sekali mempunyai kendaraan kombi.
Akhirnya perburuan dimulai,dengan berbekal motor Honda Tiger tahun 1997.Setelah menemukan yang dicari di daerah Boyolali.Kombi tahun 1977 didapat dengan tukar tambah dengan Honda Tiger.
Setelah mendapatkan kombi tersebut kami mendapatkan tugas untuk mengantar kombi itu ke Bengkulu.Setelah mempersiapkan kendaraan selama 1 bulan dengan mengganti kampas kopling,cek rem,platina karburator,kelistrikan dll akhirnya kombi siap diantar.
Tapi kurang beberapa hari dari rencana ke Bengkulu kombi kakak yang pertama ditawar orang dan dilepas.
Mungkin karena keberuntungan juga setelah itu mendapat kombi th 1979 di daerah Klaten.Saat itu hanya kurang 3 hari dari rencana mengantar kombi ke Bengkulu.
Saat itu diputuskan yang akan berangkat adalah seluruh keluarga yaitu berjumlah 7 orang berangkat menggunakan 2 mobil karena yang satu akan ditinggal di Bengkulu.Berhubung kombi yang terakhir baru didapat 3 hari,maka kami sempat bimbang apakah akan dibawa atau memakai mobil Kijang ayah yang notabene sudah siap diajak luar kota.
Dengan sedikit agak nekat dan emosi yang kurang masuk akal sebenarnya akhirnya kami putuskan untuk mengajak sang kombi baru itu ke Bengkulu zonder persiapan pada mobil itu.Dengan pertimbangan kalau ada something wrong di jalan nanti akan ditarik sampai mendapatkan bengkel.
Dari sinilih awal perjalanan keluarga kami menggunakan kombi untuk bertamasya ke beberapa tempat di Jawa,Sumatra,Bali dan Lombok di mulai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar